Hae, obyek dari rasa yang kau sebut fitrah
Aku menyusuri hutan belantara menyejukan
Ada nada rasa dalam serat dedaunya
Simbol keperkasaan merekat pada akar-akar kekar pohon besar
Dedaunan melambai dengan genitnya
Ranting-ranting merangkai pijakan tunas impian
Terkira ini surga, terkira ini indah
Kicau parkit kecil, gemericik air, sentuhan lembut gugur embun
namun tidak,,,,
Terkekang belantaranya rimba, tertutup rimbun kubah dedaun
Tak dijumpai mentari selain seberkas sinar yg menelusup diantara himpitan pohon, daun juga
Tak terlihat awan mendung berarak kasar yang kemudian mengucurkan hujan
Yang ada hanya mendapati titisan air yang menetes dari daun kedaun, ranting ke ranting, dahan ke dahan, hingga jatuh diatas kening
Semua indah dalam kebersamaan parkit kecil, dan dirasa cukup kita
Hingga sang parkit belajar hinggap dari dahan kedahan, lantas terbang perlahan
Tak lagi terdapati celoteh riuh parkit kecil seintens dulu
Berlari sembari menari menghibur diri, mengikuti bekas kepakan sayap parkit kecil
Hingga sampai batas belantara, tak ada lagi jejak berkas untuk diikuti
Merunduk menatap dengan jelas, tak lagi tertutup rindang dedaunan, terhimpit semak dan pepohonan
Berlari kesana, berjalan kesini, merebah bebatuan terkadang berbisik manja dengan sepoi
Mungkin ketidak normalan, hanya saja mencari pemuas diri untuk terhibur
Mendung yang pekat, kilat yang meretakan langit, lantas curahan hujan yang semua asing
Menggigil tak mampu menyamai kedinginan hati yang sepi, retakan kilat jua tak sebanding dengan sayatan rasa
Bahkan gelegar halilintar tak mengganti suara jeritan batin yang mengisak
Seketika semua diam, padam, hangat
menengadah mengarah pandang keatas bukit, Lapisan warna tersusun yang disebut pelangi
Tersenyum kecil dengan ketakjuban,
Kemudian para sinar surya beranjak mengintip dari balik awan
Dan tertampak siluet keanggunan tanpa ada tendensi
Berdiri,merunduk, menarik nafas panjang lantas menatap kedepan dengan tegap
Pelangi keindahan, mentari harapan, siluet misteri
Mungkin tak pernah bersanding bersama selama ini,
Entah saling menunggu atau mencari
Yang pasti fitrah telah datang, dia melegakan semua himpitan, mengikhlaskan ketidak adilan
Dan sebuah tanda adanya Alloh, karunia Alloh sang Maha Penyayang
-Scimoo-
No comments:
Write comments