Showing posts with label KISAH. Show all posts
Showing posts with label KISAH. Show all posts

Sunday, 27 August 2017

NASIB TIAP MAKHLUK SIAPA YANG TAHU? TOH SUDAH ADA YANG MENENTUKAN

Kerap kita berfikir bahwa orang lain mendapat nasib yang baik melebihi yang kita terima. Dalam artian kita merasa bahwa nasib yang kita alami adalah nasib buruk.
Ah alangkah menyenangkanya jika aku seperti itu, betapa bersyukurnya aku jika menjadi dia, seharusnya aku yang mendapatkan hal itu dan tentunya akan aku manfaatkan sebaik mungkin, tidak seperti dia.

Pemikiran tersebut kerap kita jumpai walau kadang muncul secara spontan. Namun apakah benar bahwa pemikiran tersebut ?

Tiap orang pasti memiliki garis nasib berbeda, beragam. Tiap makhluk pasti terikat benang takdir yang telah dituliskan skrip oleh Yang Maha Mengetahui. Sehingga ada yang berduit banyak dan bingung menghabiskanya, ada yang membutuhkan duit sehingga perlu untuk bekerja. Ada yang cerdas dengan pemikiranya, ada yang butuh untuk memahami sesuatu sehingga harus belajar kepada orang cerdas tersebut.

Ada kala ketika mengeluh karena ketidak adilan dunia yang dirasakan. Ketika menganggap diri kita yang layak mendapat imbal balik dari sebuah usaha, namun justru orang lain yang mendapatkanya. Sebagai contoh ada seorang yang telah membuka usaha kuliner dengan konsep yang matang. Mulai dari nama yang unik, lokasi strategis, cara promosi, hingga target pelanggan telah disiapkan dengan baik. Namun yang terjadi justru diluar dugaan, usaha kuliner tersebut sepi.

Satu bulan dua bulan tiga bulan dan berbulan-bulan yang terjadi bukanya untung, namun justru balik modal saja sulit.

Alhasil dengan realita tersebut diputuskanlah untuk menhentikan usaha kulinernya dengan mencoba beternak.

Seperti halnya usaha kuliner, menjadi peternakpun telah dia persiapkan dengan matang. Bahkan telah dia lakukan istilah magang kepada peternak yang telah sukses. Namun yang terjadi justru lebih parah dari usaha  kulinernya.

Ternaknya banyak yang mati. Sebelum banyak yang mati dan kerugian semakin besar maka dia putuskan untuk menjual ternaknya walau belum layak jual.

Orang tersebut kemudian ingat petuah Kyai ketika belajar dipondok pesantren dulu. Jika dia sebaiknya menjadi guru mengaji didaerahnya ketika selesai mondok. Dengan berat hati untuk mengisi kegiatan dan memalingkan pikiran galau karena usahanya tak kunjung menemui titik untung, maka dia putuskan untuk mengajar ngaji sesuai petuah Kyai pondok pesantrenya dulu.

Ketika dia mengajar ngaji, ada satu orang tua muridnya yang mengajak ngobrol. Orang tua murid tersebut memiliki keinginan untuk membuka usaha namunbingung mau membuka usaha apa. 

Sang guru ngajipun akhirnya bercerita tentang usahanya kuliner dan ternaknya yang telah kandas dan berakhir dengan kerugian. Namun tak disangka orang tua murid tersebut justru tertarik untuk membuka usaha kuliner sesuai ide guru ngaji tersebut. Karena dia berfikir bahwa ide dan konsep kuliner tersebut sangat bagus dan menguntungkan.

Singkat cerita beberapa tahun kemudian dia kembali bercerita kepada guru ngaji bahwa usahanya mengalami keuntungan luar biasa. Dia berencana memperbesar rumah sang guru ngaji tersebut sebagai rasa terima kasih karena telah memberikan ide untuk membuka usaha kuliner.

Namun tawaran tersebut ditolak oleh guru ngaji tersebut. Dia memberikan pilihan bahwa jika memang benar mau berterimakasih maka cukup bangunlah masjid tempat anak-anak mengaji.
Sang ustad bertanya apa yang membedakan idenya dengan yang dilakukan orang tua siswa tersebut sehingga usahanya bisa berkembang pesat? Orang tua siswa tersebut menjawab dengan yakin bahwa dia melakukan persis sesuai ide ustad dan tidak menambahi suatu hal apaun.

Bertahun-tahun masjid tersebut dibangun dengan donatur tetap adalah orang yang sukses usaha kuliner atas cerita ustad tersebut. Hingga kini masjidnya menjadi besar seperti sebuah pondok pesantren.

Seperti itulah kehidupan, segalanya selalu seimbang dan telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Belum tentu yang berduit banyak mendapatkan kebahagiaan. Nasib setiap makhuk telah digariskan dengan peran, tugas dan porsi yang berbeda-beda.

Keberuntungan tidak dapat ditiru, segalanya hanya perlu untuk diusahakan. Selebihnya Tuhanlah yang berkuasa menentukan.

Wednesday, 9 August 2017

KATA KATA MOTIVASI DIRI SENDIRI

Gagal  itu belum tentu TAMAT, namun MENYERAH.. itu adalah TAMAT
TATKALA PILIHAN TELAH DITETAPKAN MAKA KONSEKUENSI MENJADI SUATU KEHARUSAN
bergerak atau murtad ketika diam tidak lagi emas

Indonesia itu memang mengecewakan, bagi mereka yg hobinya kecewa, kata iklan Dahlan Iskan di Kompas 29 des 2011

MANAJEMEN ORGANISASI*

MANAJEMEN ORGANISASI*

Pengantar
Dalam hidup manusia akan memperoleh kebahagiaan jika di dasarkan pada keselarasan dan keseimbangan hidup pribadi, dalam hubungan dengan masyarakat, bangsa, alam maupun dengan Tuhannya. Dengan demikian kekuatan manusia itu tidak hanya terletak pada fisiknya semata, juga kemampuan untuk bekerjasama dengan sesama manusia lainnya.

Nabi SAW pernah berkata : "Jika ada tiga orang diantara kamu wajib ditunjuk satu orang sebagai pemimpin". Hadist diatas menerangkan bahwa betapa pentingnya mengorganisir banyak orang yang lebih dari dua, yang tentunya pula dalam satu pandangan dan tujuan untuk berbagi peran dan penghasilan. Misalnya pekerjaan itu adalah membuat bangunan maka tidak semua orang sama-sama menggergaji kayu, atau sama-sama mengaduk semen, namun harus ada yang bertugas sebagai arsitek, tukang, kuli dan lain-lain. Dari sini timbul permasalahan yang harus dijawab, apakah hanya dengan kemampuan mengorganisir kita bisa mengembangkan organisasi menjadi lembaga profitable? Atau apkah hanya dengan modal besar kita akan bisa menjadi survive?

Keorganisasian


Secara sederhana organisasi dapat diberi pengertian sebagai suatu system yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Lengkapnya dapat dinyatakan sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, sehingga setiap anggotanya memiliki fungsi dan tugas masing-masing, utamanya lagi kesatuan tersebut mampunyai batas-batas yang jelas sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya (Lubis dan Martin,1989).

Sunday, 6 August 2017

LIRIK PAYUNG TEDUH KESUKAAN

ADA YANG TAK SEMPAT TERGAMBARKAN OLEH KATA
KETIKA KITA BERDUA
HANYA AKU YANG BISA BERTANYA
MUNGKINKAH KAU TAU JAWABNYA

MALAM JADI SAKSINYA
KITA BERDUA DIANTARA KATA
YANG TAK TERUCAP

BERHARAP WAKTU MEMBAWA KEBERANIAN
UNTUK DATANG MEMBAWA JAWABAN

MUNGKINKAH KITA ADA KESEMPATAN
UCAPKAN JANJI TAK KAN BERPISAH SELAMANYA


#
UNTUK PEREMPUAN YANG SEDANG DALAM PELUKAN

TAK TERASA GELAPUN JATUH
DIUJUNG MALAM MENUJU PAGI YANG DINGIN
HANYA ADA SEDIKIT BINTANG MALAM INI
MUNGKIN KARNA KAU SEDANG CANTIK2NYA

LALU MATAKU MERASA MALU
SEMAKIN DALAM IA MALU KALI INI
KADANG JUGA IA TAKUT
TATKALA HARUS BERPAPASAN DITENGAH PELARIANNYA

DIMALAM HARI MENUJU PAGI
SEDIKIT CEMAS, BANYAK RINDUNYA
UHUUUU


Wednesday, 2 August 2017

KARYA-KARYA SYEKH YUSUF AL-TAJ AL-MAKASSARI

Karya-Karya Syekh Yusuf Al-Taj Al-makassari

Syekh Yusuf Al-Taj Al-makassari adalah figur sufi yang cukup produktif dalam karya tulis, berani, dan tegas menghadapi penguasa. Beliau banyak belajar tentang ajaran-ajaran islam di Arab. Sehingga banyak karangan yang beliau hasilkan menggunakan gaya bahasa sebagaimana lazimnya karangan orang Arab.

Diantara karya yang telah ditemukan beserta penjelasan secara singkatnya adalah : 

1. Habl Al-Marid Li Sa’adah Al Murid
Buku ini dibuat ketika Syekh Yusuf Al-Taj Al-makassari diasingkan ke Sailan, Srilanka. Isi dari buku ini menjelaskan tentang hubungan murid dengan guru/syekh dan mengajarkan cara menghadirkan Allah SWT dalam hati ketika dzikir dan wirid. 

Salah satu kalimat yang diungkapkan di dalamnya adalah “Barang siapa yang tidak mempunyai petunjuk dalam hidupnya, dia akan sesat” dan “Barang siapatidak belajar pada syekh, setanlah gurunya”.

2. Al-Futuhat Al-Rabbaniyyah
Risalah ini berisi tentang keutamaan syekh dan kewajiban murid pada gurunya. Disebutkan pula beberapa nama syekh dan nasihat atau petuahnya.

3. Zubdah Al-Asrar fi Tahqiq Masyarib Al-Akhyar
Risalah ini mencakup penjelasan mazhab Wahdal Al-Wujud, yang menjabarkan tentang perwujudan Allah. Disana dijelaskan bahwa wujud hakiki adalah Allah SWT, wujud selainNya adalah bayangan, dan bayangan adalah sesuatu yang tak berwujud meskipun terlihat.

4. Tuhfah Al-Labib bi Liqa’ Al-Habib
Berisi tentang keutamaan mengingat Allah SWT dan bagaimana Nabi Muhamad SAW selalu berdzikir kepada Allah setiap saat. Dijelaskan pula beberapa jenis dzikir disertai dengan faedah membacanya.

5. Safinah Al-Najah Al-Mustafadah ‘an Al-Masyayikh Al-Tsiqat
risalah ini menjelaskan tentang makna bai’at dan menceritakan perjalanan spiritualnya menuntut ilmu makrifat di beberapa syekh beserta silsilahnya.

6. Sirr Al-Asrar (Rahasia dari Segala Rahasia)
Karangan ini memberikan beberapa pedoman dan ajaran yang harus diketahui oleh para sufi.

7. Fath Kaifiyyat Al-Zikr (Cara Berdzikir)
Dalam buku ini dikatakan pentingnya berdzikir dan tata caranya. Disebutkan bahwa adab sebelum berdzikir ada 5, ketika sedang berdzikir ada 12, dan setelah berdzikir ada 3 macam.

8. Matalib Al-Salikin (yang dicari oleh salik)
Risalah ini membahas tentang tiga hal, yaitu : tauhid, makrifat, dan ibadat.

9. Hasyiyah dalam kitab Al-Anbah fi I’rab La Ilaha Illa Allah
Risalah ini menjelaskan secara rinci makna ucapan La Ilaha Illa Allah.

10. Kaifiyyat Al-Nafy wa Al-Isbat Bi Al-Hadis Al-Qudsi (Bagaimana Meniadakan dan Menetapkan Dengan Hadits Qudsi)
Pada risalah ini Syekh Yusuf Al-Taj Al-makassari lebih jauh membahas tentang macam dzikir dan wujud hakiki.

11. Taj al-Asrar fi Tahqiq Masyarib al-‘Arifin (Mahkota Rahasia-Rahasia dalam Hakikat yang Dicari Oleh Arif)
Disini Syekh Yusuf Al-Taj Al-makassari berbicara tentang al-Ihatah (liputan) dan al-Ma’iyyah (kebersamaan).

12. Al-Fawa’id Al-Yusufiyyah fi Bayan Tahqiq Al-Shufiyyah
Risalah ini ditulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari muridnya tentang tasawuf.

13. Muqaddimah Al-Fawa’id ila Ma La Budda min Al-Aqa’id 
Risalah ini menguraikan tentang macam-macam dzikir dan makna konsep Al-A’yan Al-Tsabitah (wujud makhluk dalam ilmu Allah) yang jelas terpengaruh oleh Ibn ‘Arabi dan AL-Burhanfuri.

14. Bidayat Al-Mubtadi’ (Awal Perjalanan Seorang Sufi)
Teks ini berisi tentang puji-pujian dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta sifat-sifat Tuhan.

15. Qurrah Al-‘ain
Isi karangan ini berkisar pada wali-wali dan orang-orang yang terkenal dalam makrifat Tuhan, dan pentingnya mengamalkan syariat bagi orang arif serta tafakur pada Allah yang menciptakannya.

Selain yang disebutkan di atas ada juga karangan lain seperti Tuhfat Al-Amr fi Fadilat Al-Zikr, Talkhis al-Ma’arif, Al-Risalah Al-Naqsabandiyyah, Ghayah Al-Ikhtishar wa Nihayah Al-Intizhar (Risalah Tujuan yang Tersingkat dan Akhir yang Diharapkan), Tuhfah Al-Abrar li Ahl Al-Asrar (Hadiah Orang-orang yang Berbakti Kepada Ahli Rahasia-rahasia), Asrar Al-Salat, Al-Nafahat Al-Sailaniyyah (Embusan Dari Sailan), Tahsil Al-Inayah wa Al-Hidayah (Memperoleh Pertolongan dan Petunjuk), Safinat Al-Najat (Bahtera Keselamatan), Hazihi Fawaid Lazimah Zikr La Ilaha Illa Allah (Kegunaan Agung Ucapan La Illaha Illa Allah). dan lain sebagainya.